Jumat, 14 Agustus 2015

PERKUTUT UDANMAS




Perkutut Udanmas
Bulunya berwarna coklat muda / krem / Perkutut yg bulunya kekuningan dan mempunyai kalung / bulu yang melingkar berwarna ke kuning-kuningan, mendatangkan keselamatan dan kegembiraan serta rezeki. pemeliharanya mudah rejekinya.








PERKUTUT PUTIH



Perkutut Putih
perkutut ini merupakan primadona yang banyak dikejar-kejar orang, sebab selain sangat langka, perkutut putih ini diyakini bisa mendatangkan kekayaan bagi si pemilik atau si pemeliharanya. Warna bulunya seluruhnya putih, matanya merah, paruh kelabu kemerahan, kaki merah bergaris-garis hitam dan kuku berwarna putih. Perkutut ini biasanya dahulu hanya dimiliki oleh para Raja atau pemimpin. Perkutut ini juga diyakini dari hasil perkawinan In breed yaitu antar saudara sekandung yang berlangsung beberapa generasi sekitar 5 sampai 10 tahun lamanya. Jadi perkutut putih belum tentu anak-anaknya adalah putih, tetapi perkutut biasa yang membawa darah putih pada suatu ketika akan mempunyai keturunan berbulu putih. Konon karena langkanya biasanya sebelum dimiliki seseorang, perkutut putih datang lewat mimpi dengan rupa orang yang sudah tua, berambut serta berjenggot putih.






PERKUTUT SONGGO RATU



 

Perkutut Songgo Ratu

Perkutut ini dipercaya sebagai titisan seorang putra Raja Bali di zaman Majapahit yang dikejar-kejar musuhnya dan melarikan diri sampai ke Desa Tutul di Blambangan, Banyuwangi dan mati terbunuh, kemudian berubah menjadi Perkutut yang diberi nama Perkutut Songgo Ratu.. Perkutut ini berciri khas di kepalanya ada jambul semacam mahkota berwarna putih. Sifatnya juga seperti ningrat yang tidak suka berkeliaran, hidupnya hanya di tempat yang sepi seperti didalam goa atau di pekuburan. Perkutut ini kuat menahan lapar dan haus sampai beberapa hari, tidurnya selalu ditempat yang paling tinggi dibanding perkutut lainnya. Mempunyai wibawa yang sangat besar, shingga perkutut yang berada didekatnya tidak akan berani bersuara/bunyi. Ciri-ciri fisiknya yang lain adalah, kaki dan paruhnya berwarna hitam. Bulunya agak kehitam-hitaman. Perkutut yang mempunyai yoni yang besar, biasanya jarang berbunyi dan suaranya relatif juga kecil, demikian pula perkutut yang satu ini. Perkutut ini bisa untuk menolak santet/ilmu hitam, melancarkan rezeki dan mempunyai kewibawaan yang tinggi bagi pemiliknya.

 

 


JUAL PERKUTUT KATURANGGAN




Berbicara mengenai Perkutut Katuranggan biasanya dikaitkan dengan Perkutut Lokal yang diyakini mempunyai “ kekuatan gaib “ menurut kepercayaan orang-orang tua kita dahulu terutama pada masyarakat tradisi Jawa dan bukan Perkutut Silang atau sering dikenal Perkutut Bangkok yang banyak kita lihat dan pelihara saat ini yang diyakini sudah tidak lagi memiliki kekuatan gaib sesuai dengan alam pikiran masyarakat modern.
    Kebiasaan menikmati bunyi “ anggungan “ perkutut ini dimulai sejak zaman Majapahit dan memang burung yang satu ini pada waktu itu hanya dipelihara oleh kalangan ningrat kerajaan yang semakin dikembangkan pada  saat keraton Ngayogjakarta Hadiningrat dibawah Sri Sultan Hamnegku Buwono VII pada tahun 1877-1921.
      Perkutut juga diyakini sebagai bilangan ke-lima dari kelengkapan seorang Priya sejati yang sempurna dalam tradisi Jawa yang berlatar kebudayaan keraton yaitu ; Wisma (rumah), Garwa (Istri), Curiga (Keris), Turangga (Kuda) dan Kukila (Perkutut). Perkutut merupakan alat pencipta kepuasan atau kenikmatan pribadi. Suara anggungannya dapat memberikan suasana tenang, teduh, santai bahagia dan seolah-olah manusia dapat berhubungan dengan alam semesta secara langsung.
   Sebagaimana yang telah dikemukakan pada awal tulisan ini, perkutut memiliki keistimewaan luar biasa karena dianggap memiliki kekuatan gaib yang dapat mempengaruhi pemiliknya berdasarkan katuranggan atau ciri mathi, sehingga dipercaya memiliki pengaruh baik (membawa keberuntungan) atau buruk (membawa sial) bagi pemilik atau si pemelihara.
    Untuk mengetahui baik tidaknya seekor perkutut, dapat ditilik berdasarkan katuranggan ( ciri fisik seperti bentuk tubuh, bulu, paruh, kaki ) dan ciri mathi ( sifat, perilaku dan pada saat berbunyi ) yang dapat dijelaskan sebagai berikut ini :
·Perkutut yang manggung menyongsong terbitnya matahari (gedong mengo), juga yang manggung menyertai terbenamnya matahari (gedong minep), atau dari susunan bunyinya (widana sreku/widah sana gasta gasti), sangat baik dipelihara karena akan mendatangkan rejeki atau menaikkan derajat/pangkat.
· Hal ini juga berlaku untuk Perkutut yang berbulu putih ditengah kepala (satria kinayungan), perkutut jambul (songgo ratu), bulu ekornya 15 lembar (pandawa mijil), matanya bersinar kuning (mercu jiwa).
·Sedangkan perkutut yang seluruh bulunya putih bersih atau hitam legam yang dianggap rajanya perkutut, kalau dipelihara akan memberikan keberuntungan.
·Perkutut yang ekornya terdapat satu bulu putih (buntel mayit), berbulu semu merah (brama susur), berbulu kuning kemerahan (brama labuh geni), berbulu semu hitam (wisnu kucem), bulu pundak putih (candala sabda), manggungnya tengah malam (durga nguwuh) atau siang malam (durga ngerik), tidak baik dipelihara karena pengaruhnya buruk bagi si pemilik/pemilihara.
     Pada saat ini berternak perkutut bangkok sudah banyak dilakukan oleh masyarakat baik yang bersekala kecil hanya dengan 5 – 30 kandang, maupun yang bersekala besar sampai beratus-ratus bahkan beribu kandang. Akan tetapi sangat sulit bahkan hampir langka mencari peternak Perkutut Katuranggan mengingat berternak perkutut katuranggan sepertinya lebih sulit dari pada perkutut bangkok, apalagi bila masih meyakini kekuatan gaib yang dimiliki oleh perkutut katuranggan yaitu bila tidak sesuai dengan latar belakang si pemilik/pemelihara, justru akan membawa bencana atau petaka seperti memiliki keris atau pusaka lainnya. Pada hal prospeknya cukup cerah dan penuh harapan.